Atap beton semakin populer seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap rumah jangka panjang maka mempelajari cara membuat dak beton tidak bocor sangat menarik untuk diperhatikan.

Membuat dak Beton di Rumah tumbuh juga sangat penting, rumah tumbuh adalah rumah yang siap untuk dikembangkan nanti ketika anggota keluarga bertambah. Atap beton memudahkan pemilik rumah untuk memperbaiki rumah mereka nanti tanpa harus membongkar atap lagi.

Namun, atap beton tidak mudah bocor. Apalagi saat hujan deras dan drainase tidak lancar, maka air akan meresap ke dalam rumah. Permukaan beton tidak dapat rusak, ditutupi dengan cetakan dan jamur, serta kerusakan konstruksi lainnya.

Cara Membuat Dak Beton Agar Tidak Bocor

Apa itu Dak beton?

Dak adalah istilah yang berarti batas antara lantai bawah dan lantai atas. Namun dalam kehidupan sehari-hari, itu juga tidak sering dimaksudkan sebagai konstruksi di bagian paling atas. Bahan untuk membuat dak juga bervariasi, antara lain dari beton, kayu, dan tanah liat. Nah, bukan beton berarti pembagi lantai – termasuk bagian atap – terbuat dari beton.

Penyebab Kebocoran Atap Dak Beton

Berikut beberapa hal yang menyebabkan dak beton mengalami kebocoran

1. Munculnya retakan.

Konstruksi beton atau plesteran sangat rentan terhadap retak karena penyusutan kelembaban atau masalah struktural. Munculnya keretakan ini merupakan awal dari penyebab kebocoran di rumah. Daya serap tinggi beton dari air. Permukaan beton memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga mereka dapat dengan mudah menyerap air yang masuk.

2. Campuran beton tidak sempurna selama konstruksi.

Pencampuran yang tidak merata dapat menyebabkan gelembung muncul yang membuat beton berlubang setelah pengeringan. Rongga-rongga ini menjadi embrio air yang dapat dengan mudah dihilangkan dalam beton.

3. Pengecoran tidak cukup tebal.

Beberapa orang menghemat bahan dengan mengurangi ketebalan beton. Padahal ini bisa menimbulkan masalah yang berakibat pengeluaran lebih besar nantinya. Ketebalan yang disarankan adalah 15-20 cm.

Baca juga : Cara Membuat Tempat Tidur Gantung Dengan Mudah

Cara Membuat Dak Beton Agar Tidak Bocor

Berikut beberapa langkah mudah untuk membuat dak beton agak tidak mudah bocor

1. Buat perhitungan dengan rinci

Hitung terlebih dahulu dimensi dan jumlah tulangan baja yang tepat untuk membuat beton tidak sesuai dengan ukuran ruangan. Penggunaan besi yang berlebihan tidak dianjurkan karena justru akan menambah berat pada struktur dan pemborosan biaya produksi.

2. Perhatikan Ketebalan beton

Ketebalan beton tidak cukup untuk menahan gaya tekan. Umumnya, lantai beton bukan dibuat dengan ketebalan 12 cm, sedangkan untuk atap beton bukan rata-rata menggunakan ketebalan minimal 8 cm.
Buat Dak Betongoogle.com

3. Menyesuaikan antara kualitas dak beton dengan kebutuhan struktur

Sesuaikan kualitas beton dengan kebutuhan struktur, terutama untuk benda yang akan ditempatkan dalam ukuran berat yang tidak biasa. Misalnya, jika ada brankas tambahan di titik-titik tertentu di lantai atas, mereka harus dipertimbangkan.

4. Perhatikan pengadukan bahan supaya benar-benar homogen (merata)

Komposisi bahan pengaduk tidak terlalu cair atau tebal, dan tidak ada pemisahan atau butiran muncul secara terpisah yang akan mempengaruhi kualitas pekerjaan beton tidak nanti.

5. Sirami air untuk menghindari pengerasan beton sebelum waktunya

Ini juga bisa diatasi dengan menempatkan kain basah di permukaan lain, agar beton tidak mengeras terlalu cepat.

Cara Memperbaiki Atap Dak Beton yang Kebocoran

Jika atap dak beton Anda memiliki masalah kebocoran, maka Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah sederhana berikut ini.

1. Bersihkan permukaan beton dari kotoran atau debu.

Permukaan harus disiapkan sehingga benar-benar bersih sehingga lapisan kedap air terpasang dengan kuat. Gunakan pegangan atau sikat untuk membersihkan permukaan beton.

2. Oleskan anti air yang terbuat dari poliuretan

Oleskan anti air yang terbuat dari poliuretan sambil menempelkan serat anti air mulai dari sudut dinding. Tempel dan serat sambil menekannya dengan roller yang telah dicelupkan ke dalam cat anti air. Untuk membuat lapisan anti air lebih kuat, lalu campurkan cairan anti air dengan plester semen. Buat layer setebal 3-5 cm.

3. Gunakan fungicidal wash

Gunakan pencucian fungisida untuk membersihkan bagian bawah beton yang terkena jamur. Langit-langit yang tersentuh oleh air yang merembes dapat dengan mudah ditumbuhi jamur.

4. Oleskan alkali sealer

Oleskan alkali sealer untuk mencegah bintik-bintik terbentuk sehingga cat tidak melesat.

5. Lakukan pengecatan ulang

Lakukan pengecatan dua kali. Yang pertama dengan campuran air 10% dan yang kedua dengan campuran air 20% sehingga plafon kembali bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *