Konsep adalah abstraksi yang dibentuk oleh generalisasi hal-hal khusus. Karena konsepnya adalah abstraksi, konsep itu tidak dapat diamati atau diukur secara langsung. Konsep hanya dapat diamati atau diukur melalui konstruksi atau lebih dikenal sebagai nama variabel. Jadi variabelnya adalah simbol atau simbol yang menunjukkan nilai atau jumlah konsep. Variabel adalah sesuatu yang bervariasi.

Contoh: Sehat adalah sebuah konsep; misalnya: tekanan darah, denyut nadi, darah Hb, dan sebagainya. Tekanan darah, denyut nadi, Hb darah dan sebagainya adalah variabel yang digunakan untuk mengamati atau mengukur apakah seseorang itu “sehat” atau “tidak sehat”.

Contoh kerangka konsep

Sosial ekonomi adalah sebuah konsep, dan untuk mengukur keluarga sosial ekonomi, misalnya, harus melalui variabel: pendidikan tinggi, pekerjaan dan pendapatan keluarga.

Kerangka kerja konseptual penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep yang akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan.

Contoh sederhana:
Dari contoh kerangka konsep penelitian di atas, dapat diketahui bahwa ada 4 konsep, yaitu konsep faktor predisposisi, faktor pendukung, faktor pendorong terjadinya perilaku, dan konsep faktor perilaku untuk menyusui sendiri. Setiap konsep, masing-masing memiliki variabel sebagai indikasi pengukuran masing-masing konsep ini.

Pengertian Kerangka Teori

Teori dapat diartikan sebagai seperangkat konsep dan definisi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematis tentang fenomena dengan menjelaskan hubungan antar variabel, dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi fenomena.

Teori ini menjalin pengamatan menjadi pemahaman lengkap yang memungkinkan para ilmuwan untuk membuat pernyataan umum tentang variabel dan hubungan mereka.

Prinsip utama yang dicari adalah proposisi yang bersifat generalisasi atau kesimpulan yang diterima secara umum.
Ada tiga hal utama yang diungkapkan dalam definisi teori:

Pengertian Kerangka Teori

1. Elemen terdiri dari konstruksi, konsep, definisi dan proposisi.

2. Elemen teoretis memberikan gambaran sistematis tentang fenomena melalui penentuan hubungan antar variabel.

3. Tujuan teori

Dengan teori yang dijabarkan dalam kerangka teoritis proposal penelitian, akan sangat membantu peneliti dan pihak lain untuk lebih memperjelas maksud dan tujuan penelitian yang dilakukan. Kerangka teori ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran atau batasan pada teori yang digunakan sebagai dasar untuk penelitian yang akan dilakukan.

Menurut kamus bahasa Indonesia Poerwadarminta, teori adalah opini yang diungkapkan sebagai deskripsi dari suatu peristiwa (event), dan prinsip-prinsip, hukum umum yang membentuk dasar dari suatu seni atau ilmu; dan pendapat tentang cara dan aturan untuk melakukan sesuatu.

Peran Kerangka Teori Dalam Penelitian:

  • Menyediakan kerangka kerja untuk penelitian
  • Membantu peneliti dalam mengembangkan hipotesis penelitian
  • Memberikan landasan yang kuat dalam menjelaskan dan menafsirkan data dan fakta
  • Posisikan masalah penelitian secara logis dan koheren
  • Membantu mengembangkan ide yang berasal dari hasil penelitian
  • Berikan referensi dan tunjukkan cara membangun kerangka pemikiran
  • Menyediakan dasar konseptual untuk merumuskan definisi operasional
  • Membantu posisi secara tepat dan rasional dalam proses mensintesis dan mengintegrasikan ide-ide

Prosedur Pembingkaian Teoretis:

  • Melakukan tinjauan literatur
  • Lakukan sintesis atau modifikasi antara satu teori dengan yang lain
  • Atur kerangka logika Anda sendiri secara logis, koheren, dan rasional

Setelah mengajukan beberapa teori tentang variabel yang diteliti, kemungkinan ada beberapa konsep dalam teori. Untuk alasan ini, peneliti perlu menjelaskan makna konsep yang digunakan oleh peneliti, karena setiap orang mungkin memiliki pemahaman yang berbeda dari orang lain dalam menafsirkan konsep.

Cara Membuat Kerangka Konsep

Kerangka kerja konseptual mengungkapkan abstraksi yang terbentuk melalui generalisasi dari pengamatan fenomena.

Konsep adalah abstraksi realitas yang disusun dengan mengklasifikasikan fenomena (misalnya dalam bentuk objek, peristiwa, atribut atau proses). Contoh: prestasi akademik adalah konsep yang mengekspresikan abstraksi kemampuan belajar siswa.

Konsep penelitian adalah hasil dari pemikiran dasar peneliti yang kemudian dikomunikasikan kepada orang lain “apakah kemampuan komunikasi memiliki pengaruh terhadap prestasi akademik siswa”

Konsep ini merupakan generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu, sehingga dapat digunakan untuk menggambarkan variasi fenomena yang sama. Pada kenyataannya, konsep dapat memiliki tingkat generalisasi yang berbeda. Semakin dekat suatu konsep dengan realitas, semakin mudah untuk diukur dan ditafsirkan.

Misalnya konsep ilmu alam lebih jelas dan lebih konkret, karena bisa diketahui dengan indera. Sebaliknya, banyak konsep ilmu sosial menggambarkan fenomena sosial yang abstrak dan tidak dapat segera dipahami. Seperti konsep Perilaku, Kecemasan, Kenakalan Remaja, dll. Oleh karena itu perlu untuk mengklarifikasi konsep yang digunakan dalam penelitian.

Konsep ilmu alam lebih jelas dan lebih konkret, karena dapat diketahui dengan indera. Sebaliknya, banyak konsep ilmu sosial menggambarkan fenomena sosial yang abstrak dan tidak dapat segera dipahami. Seperti konsep Perilaku, Kecemasan, Kenakalan Remaja, dll. Oleh karena itu perlu untuk mengklarifikasi konsep yang digunakan dalam penelitian.

Konsep ini adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan pemahaman.. Agar dapat diamati dan diukur, konsep harus diterjemahkan ke dalam variabel. Dari variabel-variabel ini konsep dapat diamati dan diukur.

Contoh:

Ekonomi Keluarga adalah sebuah konsep, untuk dapat mengukur konsep ekonomi keluarga melalui variabel pendapatan atau pengeluaran keluarga. Status sosial, misalnya, dapat diamati dari variabel Work, dll.
Konsepnya adalah satu kesatuan pemahaman tentang sesuatu tentang masalah yang perlu dirumuskan. peneliti harus “konsisten” dalam menggunakannya.

Kerangka kerja konseptual penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep yang akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo, 2002). Kerangka kerja konseptual adalah hubungan atau hubungan antara konsep atau variabel yang akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan.

Kerangka kerja konseptual adalah model konseptual yang terkait dengan bagaimana seorang peneliti membangun teori atau secara logis menghubungkan beberapa faktor yang dianggap penting untuk suatu masalah. Jadi kerangka kerja konseptual akan membahas saling ketergantungan antar variabel yang dianggap perlu untuk melengkapi dinamika situasi atau hal-hal yang sedang dipelajari.

Persiapan kerangka kerja konseptual akan membantu kita untuk membuat hipotesis, menguji hubungan tertentu dan membantu peneliti dalam menghubungkan temuan dengan teori yang hanya dapat diamati atau diukur melalui variabel. Oleh karena itu, dalam menyusun kerangka kerja konseptual, peneliti harus memahami variabel konsep yang akan diukur.

Kerangka Konseptual juga berfungsi untuk mengidentifikasi jaringan hubungan antara variabel yang dianggap penting untuk masalah yang sedang dipelajari. Dengan demikian, sangat penting untuk memahami apa arti variabel dan jenis variabel apa yang terkait dengan konsep masalah yang sedang diteliti.

Contoh:

Dalam sebuah penelitian berjudul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAM MEMBERI ASI …”.

FAKTOR PREDISPOSISI

  •  Pendidikan
  •  Pengetahuan

FAKTOR PENDUKUNG

  • Pendapatan keluarga
  • Ketersediaan Waktu

FAKTOR PENDORONG

  • Sikap Ibu
  • Sikap Petugas Kesehatan
  • Variabel tak bebas
  • Perilaku Menyusui

Setiap konsep memiliki variabel sebagai indikasi pengukuran konsep itu sendiri.

Kerangka Konseptual Akuntansi

Kerangka Konseptual Akuntansi

Definisi Kerangka Konseptual

Sistem hubungan konstitusional yang koheren antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat.

Tujuan akan mengidentifikasi tujuan dan sasaran akuntansi, sedangkan fundamental adalah konsep yang mendasari akuntansi, konsep yang memberikan panduan dalam memilih peristiwa yang akan direkam, mengukur peristiwa-peristiwa tersebut, merangkum dan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Kerangka kerja konseptual dimaksudkan untuk konstitusi dalam proses menetapkan standar. Tujuannya adalah agar dapat memberikan panduan dalam menyelesaikan perselisihan yang meningkat selama proses penetapan standar dengan mempersempit pertanyaan apakah standar sesuai dengan kerangka kerja konseptual atau tidak. Secara penuh, kerangka kerja konseptual adalah:

Arahan FASB dalam menetapkan standar akuntansi
Berikan kerangka acuan untuk menyelesaikan pertanyaan sebelum ada standar khusus yang mengaturnya.

Tentukan batasan pertimbangan dalam menyusun laporan keuangan
Tingkatkan komparabilitas dengan mengurangi jumlah metode akuntansi alternatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *