Hidroponik adalah cara bertani tanpa menggunakan media tanah. Sebaliknya, hidroponik menggunakan media lain dan limpasan nutrisi khusus sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik seperti tanaman yang ditanam di tanah
Jika Anda ingin mulai tumbuh secara hidroponik, Anda harus mengenal berbagai media tanam hidroponik yang baik terlebih dahulu. Alasannya, pilihan media tanam akan memengaruhi hasil tanaman hidroponik Anda. Pastikan Anda memilih media tanam yang mudah diperoleh dan sesuai dengan anggaran Anda.

Kriteria Media Tanam Hidroponik

Kriteria Media Tanam Hidroponik

Berikut ada beberapa kriteria media tanam yang baik untuk teknik hidroponik.

  1. Memiliki sifat poros atau mudah menyerap air yang berlebihan
  2. Memiliki struktur yang longgar, subur, dan dapat menyimpan air yang cukup untuk mengalir ke tanaman
  3. Tidak mengandung garam sama sekali atau kadar salinitas rendah
  4. Keasaman media tumbuh mencapai alkali, yang memiliki pH 6-7
  5. Tidak mengandung organisme yang dapat menyebabkan hama atau penyakit yang dapat merusak tanaman
  6. Mengandung jeruk nipis atau kalsium

Berikut Ini Adalah Daftar Bahan Media Tanam Untuk Hidroponik:

Rockwool

Rockwool

Petani di Indonesia umumnya menggunakan rockwool sebagai media tumbuh hidroponik. Rockwool, juga dikenal sebagai wol mineral, berbentuk seperti busa dan memiliki serat halus dan sangat ringan

Rockwool terbentuk dari pemanasan batu basalt dengan suhu yang sangat tinggi sehingga batuan tersebut meleleh. Saat batu meleleh, serat-serat halus akan terbentuk. Proses produksi membuat rockwool dicetak dengan lempengan atau balok besar. Nah, balok rockwool akan dipotong sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga : Tempat Tidur Bayi Terbaik Dan Paling Aman

Sekam Arang

Sekam Arang

Di antara banyak jenis media tanam hidroponik, arang sekam adalah yang paling populer dan banyak digunakan. Tidak hanya untuk teknik hidroponik, arang sekam juga digunakan untuk budidaya tanaman dalam pot.

Arang sekam diproduksi dari pembakaran limbah penggilingan padi. Arang sekam digunakan sebagai media tanam hidroponik karena terasa steril dan bebas dari bakteri. media tanam ini juga sangat tahan lama dan tidak mudah terurai sehingga bisa digunakan berulang kali.

Serbuk Serat Kelapa

Serbuk Serat Kelapa

Media yang berkembang ini bersifat organik. Namun, serbuk sabut kelapa juga bisa digunakan sebagai media tanam hidroponik. Media tumbuh yang juga dikenal sebagai cocopeat ini memiliki kemampuan menyerap air yang cukup tinggi. PH yang dimiliki oleh cocopeat cukup stabil, yaitu 5.0 – 6.8.

Saat menggunakan bubuk serat kelapa, Anda harus mencampurnya dengan media tanam lainnya, seperti sekam bakar,

Sepon

Sepon

Tahukah Anda bahwa barang yang sering Anda temui di rumah juga dapat digunakan sebagai media tanam hidroponik? Ya, spons yang digunakan untuk mencuci piring juga ternyata menjadi media tanam hidroponik yang tepat.

Pori-pori besar pada spons bisa menjadi sarana yang baik untuk mengalirkan air nutrisi ke akar tanaman. Jadi, jika Anda mengalami kesulitan untuk mengakumulasi arang sekam atau hidroton, spons adalah solusi media tanam hidroponik yang sangat mudah diperoleh.

Perlite

Perlite

Ini adalah batu putih kecil yang berasal dari batu silika yang dipanaskan dengan suhi tinggi. Batu silika dipanaskan sehingga meleleh dan terbentuk dalam ukuran kecil. Perlite memiliki aerasi yang cukup baik. Selain itu, pH perlite adalah netral. Berat perlite ini sangat ringan dan hampir menyerupai gabus.

Secara keseluruhan nya, perlite sudah memenuhi kriteria sebagai media tumbuh yang baik untuk teknik hidroponik. Daya serap perlite cukup tinggi sehingga baik untuk akar. Gabungkan perlite dengan media tanam lainnya, seperti cocopeat, untuk mendapatkan tanaman hidroponik yang lebih baik.

Vermiculite

Vermiculite

Secara alami, vermiculite hampir sama dengan perlite. Kedua media tumbuh ini diproduksi dari proses pemanasan batu. Namun, vermikulit memiliki daya serap air yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perlite.

Selain itu, berat vermiculite juga lebih berat.Sama seperti perlite, untuk menggunakan vermikulit sebagai media tanam hidroponik, Anda harus mencampurkannya dengan media tanam lainnya.

Tahukah Anda bahwa teknik penanaman hidroponik pertama kali diperkenalkan oleh Alm. Bob Sadino? Dia memperkenalkan cara menanam sayuran secara hidroponik di awal 90-an melalui supermarketnya sendiri, KemChick. Saat ini, sayuran dan buah dari metode penanaman hidroponik dapat ditemukan dengan mudah di supermarket besar.

Karena hasil tanaman hidroponik dijamin bebas dari pestisida, sayuran dan buah yang ditanam secara hidroponik selalu diusahakan oleh konsumen. Nah, apakah Anda tertarik untuk melakukan budidaya tanaman hidroponik? Pilih salah satu dari berbagai media tanam hidroponik di atas dan mulailah belajar bagaimana menanam hidroponik dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *