Rumah adalah salah satu aset berharga. Karena itu, Anda harus mengurus sertifikat rumah sebagai indikator kepemilikan. Apalagi rumah atau bangunan yang dilengkapi sertifikat memiliki status hukum yang jelas dan harga jual yang tinggi.

Ingin menjaganya? Anda tidak perlu meminta bantuan dari pihak tertentu karena proses pembuatan sertifikat rumah dapat dilakukan dengan mudah. Seperti apa langkah-langkahnya? Ayo, lihat prosedur untuk mengurus sertifikat rumah melalui artikel berikut!

Jenis Sertifikat Rumah

Jenis Sertifikat Rumah

Sebelum merawatnya, Anda harus mengetahui jenis sertifikat rumah sehingga konstruksinya dapat disesuaikan sesuai dengan jenis bangunan atau tempat tinggal Anda. Berikut ini adalah jenis umum sertifikat rumah.

Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat Hak Milik (SHM)

Berada dalam kasta tertinggi, Certificate of Ownership (SHM) menunjukkan kepemilikan penuh atas tanah atau tanah tersebut sesuai dengan identitas yang terdaftar. Keuntungan memiliki sertifikat rumah SHM adalah bahwa tanah dapat diwariskan turun-turun, hak kepemilikan yang dapat diperdagangkan, juga dapat digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman yang tidak memiliki batas waktu. Sementara itu, sertifikat kepemilikan (SHM) tidak berlaku jika tanah dihancurkan atau jatuh pada negara.

Sertifikat Hak Bangunan (SHGB)

Sertifikat Hak Bangunan (SHGB)

Jenis lain adalah Hak untuk Membangun Sertifikat (SHGB) yang menunjukkan hak seseorang untuk membangun dan memiliki bangunan atau rumah di tanah yang bukan miliknya. Sertifikat tanah ini berlaku hingga 30 tahun dan Anda dapat memperpanjangnya hingga maksimum 20 tahun.

Baca Juga : Desain Ruang Tamu Minimalis Ukuran 3×3 Dengan Ruang Terbatas

Sertifikat Unit Hak Flat (SHSRS)

Sertifikat Unit Hak Flat (SHSRS)

Ada juga Sertifikat Unit Hak Flat (SHSRS) yang berlaku untuk kepemilikan seseorang atas apartemen atau apartemen. Sertifikat rumah ini menunjukkan identitas kepemilikan tempat tinggal yang didirikan di tanah biasa.

Prosedur Untuk Menangani Sertifikat Rumah

Prosedur untuk Menangani Sertifikat Rumah

Untuk mengurus sertifikat rumah, Anda memerlukan syarat yang harus Anda persiapkan dengan mengunjungi kantor (BPN) melalui cabang di masing-masing daerah. Bagaimana cara kerjanya?

  • Beli dan isi formulir aplikasi untuk membuat sertifikat rumah di kantor BPB
  • Memiliki dan membawa sertifikat hak atas tanah (SHGB)
  • Memiliki sertifikat dari kantor desa setempat atau IMB yang menunjukkan bahwa rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal.
  • Surat kuasa dan fotokopi surat kuasa jika disahkan
  • Identitas pemohon seperti KTP, Kartu Keluarga, Perubahan Nama (untuk individu), akta pendirian atau akta perubahan jika merupakan badan hukum.
  • Tahun berjalan PBB (fotokopi dan bawa bukti asli)
  • Pernyataan yang menyatakan bahwa pemohon tidak memiliki tanah dengan total area lebih dari 5.000 m² di lebih dari 5 bidang tanah perumahan
  • Pernyataan dari hipotek tepat jika tanah tersebut dibebani
  • Deklarasi Hipotek dari pemohon
  • Pernyataan dari pemohon
  • Membayar biaya untuk mendapatkan sertifikat rumah

Biaya Manajemen Sertifikat Rumah

Seperti disebutkan di atas, Anda harus membayar biaya untuk mendapatkan sertifikat rumah. kemudian, jumlah tarif dalam pembuatan sertifikat rumah yang berdasarkan PP 46/2002 adalah {2% x (NPT-NPTTKUP)} – {(Sisa HGB / Durasi HGB) x UP HGB x 50%} dengan perincian sebagai berikut:

  • NPT adalah Nilai Pengadaan Tanah dan NJOP Tanah
  • NPTTKUP adalah nilai perolehan tanah yang tidak tunduk pada pendapatan impor dan NJOPTKP
  • UP HGB adalah Uang Pendapatan HGB
  • Anda dapat melihat informasi NPT & NPTTKU di UN SPT
  • Anda dapat melihat durasi SHGB di sertifikat darat
  • Durasi dalam 30 tahun: 1% x (NPTTKUP)
  • Periode HGB diberikan / 30) x {1% x (NPT-NPTTKUP)} untuk jangka waktu kurang dari 30 tahun

Formula perhitungan [Luas tanah x (NJOP-NJOPTKP)] x 5% + biaya notaris dengan tarif mulai dari Rp. 750.000 hingga Rp. 2.500.000.

Melihat prosedurnya, dibutuhkan waktu lama untuk mengurus sertifikat rumah. Namun, sangat mungkin untuk menjamin hak Anda atas tanah di masa depan. Jadi, segera siapkan persyaratan untuk membuat sertifikat rumah untuk mengamankan posisi tempat tinggal Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *