Pemanas air adalah salah satu barang yang harus ada di kamar mandi bagi sebagian orang. Saat cuaca dingin atau tidak enak badan, pemanas air ini menjadi penyelamat untuk mencuci diri. Menemukan pemanas air di pasaran tidak sulit, selain itu desainnya juga lebih bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan penampilan kamar mandi.

Namun, masalah yang sering terjadi adalah ketika Anda sudah membeli pemanas air dan kemudian menyadari bahwa benda ini tidak cocok dengan kamar mandi dan kebutuhan penghuni. Sebelum nasi berubah menjadi bubur alias Anda menyesal telah salah membelinya, Anda harus memahami 6 hal yang sering Anda lupakan saat membeli pemanas air berikut ini!

1. Apakah Pemanas Air Memiliki Suhu Konstan?

1. Apakah Pemanas Air Memiliki Suhu Konstan?

Ada pemanas air yang memiliki suhu konstan dan beberapa selalu berubah. Pemilihan pemanas air yang memiliki suhu konstan akan menghemat waktu ketika Anda ingin mandi karena Anda tidak perlu repot menyesuaikan suhu yang pas di tubuh lagi.

2. Ketahui Jenis Pemanas Air Yang Tepat

2. Ketahui Jenis Pemanas Air Yang Tepat

Pemanas air atau pemanas air yang dijual di pasaran terdiri dari beberapa jenis. Beberapa menggunakan gas, listrik dengan tabung, listrik tanpa tabung, dan tenaga surya. Pemanas air gas adalah yang termurah di antara jenis lainnya. Tetapi Anda harus siap membeli atau mengganti tabung gas sesering mungkin.

Pemanas air listrik mengkonsumsi banyak energi listrik, sehingga tidak disarankan untuk tempat tinggal dengan daya listrik yang kecil. Sementara Anda yang ingin menghemat listrik dalam jangka panjang, memiliki lebih banyak dana, dan bermimpi rumah ramah lingkungan, bisa mencoba pemanas air tenaga surya.

Lokasi perumahan juga mempengaruhi pemilihan jenis pemanas air. Jika Anda tinggal di kota suhu tinggi, gunakan pemanas air listrik karena proses pemanasan air tidak akan bertahan lama, listrik tidak terbuang terlalu banyak. Bagi Anda yang tinggal di dataran tinggi, gunakan pemanas air gas yang lebih efisien karena proses pemanasannya membutuhkan waktu lama.

3. Baca Spesifikasi Pemanas Air

3. Baca Spesifikasi Pemanas Air

Untuk mendapatkan pemanas air atau produk elektronik hemat energi, Anda harus membaca spesifikasi produk yang ditawarkan. Biasanya, ada indikator hemat energi dengan unit EF atau Faktor Energi. Indikator ini berkisar dari 0,5 hingga 2,0. Semakin tinggi EF, semakin efisien pemanas air tersebut. Jangan malas membandingkan spesifikasi produk satu sama lain ya.

Baca Juga : Cara Membuat Taman Vertikal Dengan Luas Lahannya Terbatas

4. Apakah Pemanas Air Itu Aman?

4. Apakah Pemanas Air Itu Aman?

Untuk mencegah korsleting dan kerusakan lainnya, pastikan pemanas air yang Anda pilih dilengkapi dengan elemen keselamatan seperti ELCB, perangkat keselamatan, dan sakelar anti kontak di bagian luar.

5. Perhatikan Kapasitas Pemanas Air

5. Perhatikan Kapasitas Pemanas Air

Jumlah air yang digunakan untuk mandi perlu disesuaikan sesuai dengan kapasitas pemanas air. Misalnya, untuk mengisi bak mandi, dibutuhkan pemanas air dengan kapasitas minimal 50 liter untuk 1 orang dan 80 liter untuk 2 orang.

Untuk kamar mandi dengan shower shower dan digunakan oleh 2 orang, membutuhkan produk dengan kapasitas minimal 15 liter. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan satu rumah tangga dan berbagai kegiatan, Anda membutuhkan kapasitas setidaknya 150 hingga 250 liter.

6. Tidak Menanyakan Biaya Pemasangan

6. Tidak Menanyakan Biaya Pemasangan

Untuk menghindari kesalahan saat memasang pemanas air, Anda harus mengirimkannya ke ahlinya. Tanyakan penjual apakah Anda akan dikenakan biaya pemasangan lagi. Anda juga perlu tahu bahwa pipa pemanas air dihitung per meter. Sebelum membeli, pastikan Anda telah mengukur panjang pipa yang dibutuhkan dan menanyakan harga pipa tersebut.

Pemilihan pemanas air yang tepat akan membuat semua penghuni merasa nyaman dan efisien dalam jangka panjang. Apakah Anda siap untuk memilih dan membelinya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *