Pernahkah ada Kompasianer berpikir bagaimana kita bisa menghasilkan sayuran sendiri tanpa harus memiliki tanah yang luas? Bukankah tanah menjadi kendala utama dalam memulai pertanian?

Jangan khawatir, rekan-rekan semua, seiring perkembangan zaman, inovasi pertanian juga terus bermunculan. Salah satu solusi untuk dapat menanam di lahan sempit adalah dengan menggunakan Metode Vertikultur. Metode ini sangat cocok untuk dilakukan di area yang sempit, terutama di area rumah yang terbatas.

Metode ini juga sangat cocok untuk budidaya tanaman berumur pendek seperti selada, seledri, sawi, kangkung, kol, bayam, brokoli, terong, kailan dan pakcoi. Namun, sekarang orang sudah mulai menanam tomat dan cabai dengan metode vertikultur, seperti yang saya lakukan pada foto di bawah ini;

Yang harus diperhatikan dari metode ini adalah bahwa tanaman harus memiliki sistem akar yang dangkal dan memiliki bobot yang relatif ringan, agar tidak terlalu membebani media tanam vertikultural.

Membuat Vertikalkultur sebenarnya tidak membutuhkan modal besar. Bahan yang digunakan bisa dalam bentuk botol air mineral yang digunakan dari plastik, selokan air, dan paralon bekas atau bahan lain yang cocok untuk pot pembibitan tanaman. Biaya awal untuk membuat media untuk penanaman sedikit lebih banyak, tetapi untuk

rak vertikultur

penanaman kedua dan kemudian tidak diperlukan lagi biaya untuk media. Kita bisa menggunakan media yang ada untuk beberapa kali panen. Media tanam dapat digunakan sampai akhir hayatnya jika rusak.

Baca Juga : 7 Ide Model Rak Untuk Bumbu Dapur Anda Terlihat Lebih Rapi

Model Vertikultur

Verticulture sendiri memiliki berbagai model, termasuk model gantung, lengket, tegak dan rak. Model gantung dapat menggunakan botol minuman plastik atau wadah lain yang telah dilubangi di tengah dan diberi media tanah. Kemudian digantung di dinding menggunakan tali atau ditempel langsung ke dinding. Model ini sangat murah dan mudah dilakukan seperti foto di bawah ini;

rak vertikultur

Kemudian model rak, dengan membuat rak dari kayu dan meletakkan talang / bambu yang telah diisi tanah, kompos dan sekam. Setelah media tanam disiapkan, benih / benih siap ditanam di dalamnya. Selanjutnya, perawatan yang cukup dilakukan dengan menyiram dan memupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman.

madel rak

Lalu ada model tegak lainnya menggunakan paralon yang telah dilubangi pada setiap permukaan dengan jarak sesuai tanaman yang ingin Anda tanam. Kemudian diberi tanah di dalamnya dan dipasang di tanah. Agar tidak jatuh, paralon bisa dicor dengan semen atau menggunakan pot batu.

model tegak

Kemudian untuk mencegah hama dari tanaman dengan metode vertikultur juga sangat lebih mudah bagi anda, karena bisa dengan cara mekanis atau memindahkan hama dengan tangan. Karena itu, metode ini memudahkan kita mengembangkan pertanian organik. Tanaman yang dihasilkan juga lebih sehat dan segar.

Dilihat dari biaya yang dibutuhkan, ternyata lebih murah. Dalam hal pemeliharaan juga lebih mudah dan dalam hal lahan yang dibutuhkan juga lebih sedikit.

Penanaman tanaman organik dengan metode vertikultur dapat menjadi alternatif pilihan bagi petani atau ibu rumah tangga, terutama mereka yang tinggal di perkotaan. Selain bisa juga hijau dan menambah keindahan halaman jika dirancang secara artistik dan menggunakan tanaman yang unik, vertikultur juga merupakan bagian dari gaya hidup organik.

Tips Bertani untuk Menanam

Metode pertanian vertikal telah dilakukan di kota-kota besar dengan lahan terbatas. Di apartemen, hotel, atau jalan tengah di daerah perkotaan, metode ini digunakan untuk membuat taman dan membuat ruang hijau yang menenangkan karena dapat dirancang dan pilihan tanaman yang unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *