Rumah Adat Aceh memang dekat dengan budaya Islam, karena Aceh memang merupakan salah satu pintu masuk penyebaran Islam di Indonesia. Oleh karena itu, budaya Aceh sering diciptakan oleh campuran budaya Melayu antara budaya Melayu. Salah satu bukti akulturasi kedua budaya tersebut adalah rumah adat Aceh atau Rumoh Aceh.

Provinsi Aceh adalah provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatra. Provinsi itu, yang dulunya bernama Nanggroe Aceh Darussalam, terkenal dengan Syariah Islamnya. Aceh ini menerima gelar daerah khusus sehingga Aceh dapat mengatur hukum pemerintahannya sendiri dengan hukum Islam.

Rumoh Aceh semakin langka karena orang lebih menyukai rumah beton. Namun, Anda masih dapat menemukan rumah tradisional ini di desa. Ada dua tempat untuk melihat rumah tradisional Aceh ini.Anda dapat mengunjungi Museum Aceh di Banda Aceh dan Rumoh Cut Nyak Dhien di Lampisang, Aceh Besar. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang rumah tradisional Aceh.

rumah adat aceh

Komponen Utama dari Rumah Adat Aceh

1. Seuramoe-ukeu (Serambi Depan)
2. Seuramoe-likoot (Serambi Belakang)
3. Rumoh-Inong (Rumah Induk)
4. Rumoh-dapu (Dapur)
5. Seulasa (Teras)
6. Kroong-padee (Lumbung Padi)
7. Keupaleh (Gerbang)
8. Tamee (Tiang)

Tahapan Dalam Membangun Rumah Adat Aceh

1. Musyawarah
2. Pengadaan Bahan
3. Pengolahan Bahan
4. Pendirian Rumah

Baca Juga : Pondasi Cakar Ayam Super Kokoh Untuk Bangunan Jaman Now

Bentuk Dari Rumah Adat Aceh

Secara umum, rumah-rumah tradisional Aceh berbentuk rumah panggung dengan ketinggian tiang rata rata 2,50-3 meter. Bentuknya seragam, dalam bentuk persegi panjang yang membentang dari timur ke barat. Konon, bentuk memanjang dipilih untuk memudahkan penentuan arah shalat kiblat.

Rumah-rumah tradisional Aceh biasanya terbuat dari kayu dan memiliki atap jerami. Bagian dalam rumoh Aceh memiliki tiga atau lima kamar, dengan satu kamar utama disebut rambat. Sebuah rumah dengan tiga kamar biasanya memiliki 16 tiang, sementara sebuah rumah dengan lima kamar memiliki sebanyak 24 tiang.

Pintu utama Rumoh Aceh adalah tingginya selalu lebih rendah daripada orang dewasa. Biasanya ketinggian pintu ini hanya 120-150 cm. Karena itu, setiap orang yang masuk Rumoh Aceh harus tunduk.

Meskipun pintunya pendek, Anda akan menemukan rumah besar ketika Anda memasukinya. Tidak ada furnitur seperti kursi dan meja sofa. Para tamu biasanya duduk di atas tikar yang disediakan oleh pemilik rumah.

Jika orang yang memiliki rumah tersebut adalah orang yang makmur, rumah Aceh memiliki ukiran dan ornamen yang rumit. Sedangkan untuk orang awam, cukup membuat rumah panggung tanpa ukiran dan ornamen. Rumah tradisional Aceh ini juga tahan gempa dan banjir.

Komponen Utama Rumah Tradisional Aceh

Rumoh Aceh di setiap kabupaten atau kota rinciannya berbeda. Meski detailnya berbeda, rumah adat Aceh ini memiliki komponen utama yang sama secara umum. Komponen utama dalam rumoh Aceh biasanya:

1. Seuramoe-ukeu (Teras Depan)

Seuramoe adalah kamar yang berfungsi untuk menerima tamu pria. Itu terletak tepat di depan rumah. Kamar ini juga berfungsi sebagai tempat tidur serta tempat makan tamu pria.

2. Seuramoe-likoot (Back Porch)

Fungsi utama ruangan ini adalah tempat menerima tamu wanita. Terletak di bagian belakang rumah. Sama seperti teras depan sebelumnya, teras ini juga bisa menjadi tempat tidur dan ruang makan untuk tamu wanita.

3. Rumoh-Inong (Rumah Induk)

Lokasi ruang ini antara teras depan dan teras belakang. Posisinya dibuat lebih tinggi dan dibagi menjadi dua kamar. Keduanya dipisahkan oleh gang yang menghubungkan teras depan dan teras belakang.

4. Rumoh-dapu (Dapur)

Lokasi dapur ini dekat atau terhubung ke teras belakang. Lantai dapur sedikit lebih rendah dari lantai teras belakang.

5. Seulasa (teras)

teras rumah ini terletak di bagian paling depan di teras depan.

6. Kroong-padee (Rice Barn)

Mayoritas orang Aceh bekerja sebagai petani. Karena itu, Masyarakat Aceh menyediakan lumbung padi yang terpisah dari bangunan utama. Meski terpisah, lumbung padi ini masih berada di halaman rumah. Lokasinya bervariasi, bisa di belakang, di samping, atau bahkan di depan rumah.

7. Keupaleh (Gerbang)

Biasanya gerbang ini tidak terlalu umum di rumah-rumah tradisional Aceh. Gerbang biasanya dimiliki oleh orang-orang kaya atau tokoh masyarakat.

8. Tamee (Tiang)

Tiang adalah komponen terpenting yang harus dimiliki oleh rumah tradisional Aceh. Kekuatan pilar ini adalah fondasi utama rumah tradisional ini. Tiang ini bulat dengan diameter 20-35 cm dan setinggi 150-170 cm.

Jumlahnya bisa 16, 20, 24, atau 28 batang. Keberadaan kutub-kutub ini juga berfungsi untuk memudahkan proses pemindahan rumah tanpa harus susah payah membongkarnya.

Tahapan dalam Membangun Rumah Tradisional Aceh
pembangunan rumah Aceh harus memenuhi persyaratan dan bertahap. Proses pembangunan Rumoh Aceh dilakukan dengan hati-hati dan didasarkan pada pengetahuan lokal masyarakat.

Tahapan dalam membuat rumoh Aceh adalah:

1. Musyawarah

Sebelum membuat rumah, biasanya diskusi keluarga biasanya diadakan. Setelah mencapai kesepakatan, hasil perencanaan disampaikan kepada Teungku (Ulama) di desa. Tujuan memberi tahu teungku adalah untuk mendapatkan saran agar rumah menjadi lebih tenang dan damai.

2. Pengadaan Bahan

Setelah mencapai konsensus dari keluarga dan teungku, maka materi diadakan. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat rumoh Aceh adalah kayu, trieng (bambu), daun sagu, dan lainnya.

Penyediaan materi ini dilakukan secara kooperatif oleh masyarakat setempat. Kayu yang dipilih biasanya kayu yang tidak memiliki akar dan tidak melibatkan kayu lain ketika ditebang.

3. Pemrosesan Material

Kayu akhirnya dikumpulkan di tempat yang teduh dan tidak terkena hujan. Jika waktu konstruksinya masih lama, kayu akan direndam terlebih dahulu. Tujuannya agar kayu tidak dimakan serangga. Setelah itu, kayu dibentuk sesuai dengan kebutuhan rumah.

4. Membangun Rumah

Setelah semua proses siap, pembangunan rumah Aceh akan dimulai. Pembangunan awal Rumah Adat Aceh ditandai dengan pembangunan platform untuk paving kayu.

Kayu pertama yang ditanam adalah tiang utama (tiang raja) kemudian diikuti oleh pilar lainnya. Setelah semua tiang dipasang, maka lanjutkan dengan membuat bagian tengah rumah.

Bagian tengah rumah termasuk lantai rumah dan dinding rumah. Selanjutnya, pembuatan bagian atas yang berakhir dengan pemasangan atap rumah. Bagian terakhir dari pembangunan Rumah Aceh adalah pemasangan ornamen pendukung seperti ukiran dekoratif dan sebagainya.Itulah beberapa info menarik tentang rumah adat Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *