Menempatkan tanaman hias atau pohon di rumah memang bisa membuat ruangan terlihat lebih segar dan lebih sejuk. Namun, bukan berarti tidak berisiko sama sekali. Ada beberapa tanaman hias, yang umumnya sering ditempatkan dirumah sebagai dekorasi ruangan, ternyata memiliki kandungan toksin yang dapat menyebabkan sejumlah masalah di dalam kesehatan. Akan sangat berbahaya jika tanaman hias beracun ini dikonsumsi oleh anak-anak atau hewan peliharaan.

Apa jenis tanaman hias yang termasuk dalam tanaman hias beracun? Ayo, lihat informasinya!

1. Sri Rejeki (Dieffenbachia)

1. Sri Rejeki (Dieffenbachia)

Sri Rezeki adalah tanaman hias beracun yang sangat umum digunakan. Bentuk daun lebar dengan warna memuda di tengah menjadi daya pikat tanaman hias ini.

Namun, siapa sangka ternyata getah daun tanaman hias ini mengandung racun yang bisa menyebabkan pembengkakan di mulut dan lidah, gatal, dan masalah pernapasan. Ini bisa terjadi ketika dimakan oleh anak-anak atau hewan peliharaan dalam jumlah besar. Konsekuensi lebih fatal dari mengkonsumsi tanaman hias beracun ini adalah kejang-kejang.

2. Selendang Putih (Peace Lily)

2. Selendang Putih (Peace Lily)

Termasuk dalam tanaman hias yang hanya tumbuh dalam kondisi intensitas cahaya rendah, White Shawl lebih baik ditempatkan di dalam ruangan. Tanaman hias beracun ini memiliki bunga putih gelap dan daun hijau gelap. Uniknya, semakin tua warna tanaman hias beracun ini juga akan bertambah tua, semakin gelap.

Gejala yang timbul ketika setiap bagian daun dan bunga tanaman hias beracun ini tertelan adalah mulut sampai tenggorokan terasa terbakar, muntah, dan sakit perut. Selendang putih dapat menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

3. Philodendron

3. Philodendron

Philodendron dapat diidentifikasi dari bentuk daun yang melengkung dan runcing di bagian ujungnya. Karena memiliki bentuk kecil dan tanaman merambat, tanaman hias beracun ini sering digunakan sebagai hiasan bunga dekoratif di dalam ruangan. Hati-hati dengan daunnya, jika dimakan bisa menyebabkan bibir, lidah dan tenggorokan membengkak.

4. Telinga gajah (Caladium)

4. Telinga gajah (Caladium)

Tanaman hias beracun ini sebenarnya memiliki nama umum Keladi Hias, berasal dari nama genus Caladium. Namun, bentuknya yang menyerupai telinga gajah membuatnya lebih dikenal dengan nama itu. Terlepas dari bentuk daunnya, tanaman hias beracun ini juga dikenal karena warna daunnya yang selalu segar dan tidak mudah kering.

Baca Juga : Mengurangi Penggunaan Plastik Menghindari Kerusakan Lingkungan

Jika sengaja dimakan oleh hewan peliharaan atau anak-anak Anda selain bengkak di mulut dan lidah, efeknya juga bisa menyebabkan kesulitan pernapasan.

5. Bahasa Inggris Ivy

5. Bahasa Inggris Ivy

Bahasa Inggris Ivy atau sering juga disebut daun ivy adalah tanaman hias beracun yang pertumbuhannya mencuat sehingga umumnya digunakan sebagai tanaman gantung.

Bagian daunnya mengandung racun yang jika tertelan bisa menyebabkan iritasi kulit, bengkak di tenggorokan, bahkan demam. Jika hewan peliharaan makan itu akan menyebabkan masalah kesehatan, seperti diare dan muntah. Gejala-gejala ini akan timbul jika tanaman hias beracun ini dikonsumsi dalam jumlah besar.

6. Dollar Plant (Pabrik ZZ)

6. Dollar Plant (Pabrik ZZ)

Meski Dollar Dollar cocok untuk ditempatkan di dalam ruangan karena bisa tumbuh di tempat yang tidak terlalu cerah, tetapi semua bagian tanaman ini mengandung racun. Jadi setelah menyentuh tanaman hias beracun ini, cuci tangan Anda dengan cairan yang mengandung antitoksin. Untuk keamanan yang lebih, gunakan sarung tangan.

7. Lidah mertua (Sanseviera)

7. Lidah mertua (Sanseviera)

Lidah ibu mertua adalah salah satu tanaman hias populer yang digunakan, tetapi tidak banyak orang tahu bahwa ia mengandung racun. Tanaman hias beracun ini biasanya dihindari oleh anak-anak karena bentuknya yang tajam. Meski memiliki kadar toksin yang tidak begitu tinggi, jika dimakan dalam jumlah besar bisa berdampak serius. Efek samping yang ditimbulkan oleh tanaman hias beracun ini adalah muntah dan diare.

Meskipun ketujuh tanaman hias beracun ini berbahaya, bukan berarti Anda tidak bisa menempatkannya di rumah. Anda hanya perlu berhati-hati dan berhati-hati agar anak-anak atau hewan peliharaan Anda tidak memakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *